Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia 1945-1950 merupakan sebuah program penelitian bersama dalam skala besar antara Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV, Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara), Nederlands Instituut voor Militaire Historie (NIMH, Institut Belanda untuk Sejarah Militer), dan Instituut voor Oorlogs-, Holocaust- en Genocidestudies (NIOD, Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Perang, Holocaust, dan Genosida). Program tersebut akan berlangsung sampai dengan 1 September 2021. Baca lebih lanjut ›
05-02-2019

On Thursday, January 31, a meeting took place between researchers and programme leaders of Independence, decolonization, violence and war in Indonesia, 1945-1950, and a delegation of the subscribers to an open letter. In this letter, drafted by Jeffry Pondaag and Francisca Pattipilohy, and addressed to the Dutch government in November 2017, objections against the research programme are put forward. The authors challenge the independence of the research, and accuse the three institutes of a one-sided approach. During the two and a half hour meeting at the NIOD, the most important objections against the set-up of the research programme were discussed.

Berita
19-12-2018

Bagaimanakah sejarah dan ingatan saling bertaut?

Blog
13-12-2018
Program penelitian ini kini menggunakan judul Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950.
Berita
11-12-2018

Pada hari Minggu, 25 November 2018, Indisch Herinneringscentrum mengadakan pertemuan Indië Tabee? (Selamat Tinggal Hindia-Belanda). Pertemuan tersebut merupakan penutup dari rangkaian diskusi Gepeperd Verleden (Yang Silam Yang Pedas), yang menggarisbawahi pentingnya pembahasan warisan kolonial dari berbagai sudut pandang. Remco Raben, yang juga merupakan bagian dari sub-proyek Konteks Politik Administratif Belanda dan Hindia Belanda, dan Stephanie Welvaart dari sub-proyek Saksi dan Rekan Sezaman, hadir dalam pertemuan tersebut dan bersama-sama menulis laporan tentang pertemuan itu.

Blog
10-12-2018

Emma Keizer terlibat dalam proyek penelitian ini sejak Februari 2018. Sejak bulan Oktober, ia tergabung dalam sub-penelitian Konteks Politik Internasional bersama Jeroen Kemperman dan Tom van den Berge. Sebelumnya, ia bekerja dengan Hans Meijer dalam sebuah penelitian di Jawa Timur (Studi Regional). Akhir Juni lalu, ia memperoleh gelar magister di bidang Hubungan Internasional dalam Perspektif Historis. Meskipun dia adalah peneliti termuda dalam proyek penelitian ini, dalam beberapa tahun terakhir ini, Emma telah banyak memiliki pengalaman dalam kajian Perang Kemerdekaan di Indonesia bahkan sejumlah tulisan telah diterbitkannya. Untuk mengenalnya lebih jauh, silakan simak wawancara ringkas berikut ini:

Artikel
22-10-2018

Pada malam tanggal 13 September 2018, pertemuan kedua terkait proyek penelitian Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950 diselenggarakan di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam. Siarannya masih dapat dilihat pada tautan ini.

Blog