Untuk memantau kualitas ilmiah, dibentuk sebuah Komite Penasihat Ilmiah yang terdiri dari sembilan anggota. Mereka akan bertemu secara teratur selama program berjalan dan akan menilai kemajuan program.

  • Prof. Dr. E.A. (Elizabeth, Liz) Buettner, Guru Besar Sejarah Modern di Universitas Amsterdam, dengan minat khusus pada masa akhir kolonialisme dan dekolonisasi.
  • Prof. Dr. R. (Robert) Cribb, Guru Besar Sejarah Asia, Australian National University, dengan spesialisasi sejarah Indonesia.
  • Prof. Dr. P.M.H. (Petra) Groen, mantan Guru Besar Sejarah Militer di Universitas Leiden, pegawai ilmiah senior NIMH, spesialis dalam bidang sejarah militer Hindia-Belanda.
  • Prof. Dr. L. (Larissa) van den Herik, Guru Besar Hukum Publik Internasional, Universitas Leiden, a.l. menjabat sebagai Wakil Ketua Commissie van Advies inzake Volkenrechtelijke Vraagstukken ‘Komisi Penasihat Masalah Hukum Internasional’ (CAVV).
  • Prof. Dr. J. (Jan) Hoffenaar, Ketua, Guru Besar Sejarah Militer di Universitas Utrecht, Kepala Peneliti NIMH, spesialis dalam bidang sejarah militer setelah tahun 1945.
  • Letnan Jenderal (purn.) M. (Mart) de Kruif, a.l. Komandan ISAF untuk Afghanistan Selatan (2008-2009) dan Komandan Angkatan Bersenjata (2011-2016).
  • Prof. Dr. B. (Bambang) Purwanto, Guru Besar Istimewa Sejarah Asia Tenggara di Universitas, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  • Prof. Dr. H. (Henk) Schulte Nordholt, Guru Besar Istimewa Sejarah Indonesia di Universitas Leiden, Kepala Peneliti KITLV.
  • Prof. Dr. H. (Henk) te Velde, Guru Besar Sejarah Belanda di Universitas Leiden.

 

Vliegtuig boven Indonesië