Di dalam program penelitian Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia, 1945-1950, proyek Saksi & Rekan Sezaman (Getuigen & Tijdgenoten) berfokus pada pengumpulan pengalaman orang-orang yang terlibat masa tersebut. Proyek Saksi & Rekan sezaman ingin menjembatani orang-orang yang tinggal di Indonesia antara tahun 1945 dan 1950 dengan para peneliti program penelitian. Dengan berbagi cerita pribadi dari periode 1945-1950 dengan para penaliti, pengalaman tersebut dapat membantu menciptakan gambaran dekolonisasi yang lebih lengkap. Baca lebih lanjut ›

Sub-proyek Saksi & Rekan sezaman memungkinkan orang-orang yang berada di Indonesia antara tahun 1945 dan 1950 dan anak-anak mereka untuk berbagi pengalaman pribadi mereka dengan para peneliti d

Panggilan
08-10-2019

Research in progress. Behind the scenes of the research programme  Independence, Decolonization, Violence and War in Indonesia, 1945-1950

Artikel
20-09-2019

Pada Sabtu, 2 November 2019, sebuah pertemuan yang terbuka bagi umum akan diselenggarakan di kantor Arsip Nasional di kota Den Haag.

Berita
16-09-2019
Dalam beberapa minggu terakhir, Remco Raben berkeliling mengitari Jawa Timur dalam upayanya mencari suara-suara lokal mengenai zaman Revolusi Indonesia. Dia berbagi pengalamannya tersebut pada blog ini.
Blog
13-09-2019

Pada 14 Juli 2019, the Federatie Indische Nederlanders (FIN, kelompok warga negara Belanda keturunan Hindia Belanda) menerbitkan sebuah Surat Terbuka yang ditujukan kepada direktur NIOD, Frank van Vree.

Berita
05-03-2019

Memori hadir dalam beragam jenis dan ukuran. Begitu pula dengan ingatan tentang Hindia Belanda – kini Indonesia. Ingatan-ingatan itu dipoles tidak hanya dengan warna terang, dan cerah. Elsbeth Locher-Scholten – mantan dosen di Universitas Utrecht dan pakar sejarah kolonialisme dan dekolonisasi – menulis sebuah kolom tentang kekerasan kolonial dan ingatan kolonial untuk proyek penelitian Saksi dan Rekan Sezaman, bagian dari tulisannya merujuk kepada perbincangan tentang buku yang ditulis oleh Kester Freriks, Tempo Doeloe, een omhelzing (Tempo Doeloe, sebuah pelukan).

Blog
18-02-2019

Pada tanggal 24 Januari, kelompok peneliti Saksi dan Rekan Sezaman, bekerja sama dengan Historisch Centrum Overijssel (Pusat Sejarah Provinsi Overijssel)/IJsselacademie (lembaga ilmu pengetahuan dan kebudayaan regional provinsi Overijssel), mengadakan sebuah pertemuan berjaring. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari wawancara yang dilakukan oleh sejarawan Belanda Ewout van der Horst, bersama lima belas orang veteran perang Belanda dari Overijssel, sebuah provinsi di timur Belanda. Hasil wawancara ini kemudian diterbitkan di sebuah situs internet yang dikelolanya. Berikut adalah laporan pertemuan tersebut yang ditulis oleh Stephanie Welvaart.

Artikel
19-12-2018

Bagaimanakah sejarah dan ingatan saling bertaut?

Blog
31-10-2018

Maarten Hidskes menempuh perjalanan lebih dari 10 ribu kilometer berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan buku terbarunya yang baru saja dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, Thuis gelooft niemand mij (Di Rumah Tak Ada Yang Mempercayaiku). Di Indonesia, dia mengunjungi 11 universitas, mewawancarai saksi hidup, para veteran perang, dan berbincang dengan sekira 1200 mahasiswa sejarah dan ilmu politik, dan dengan puluhan dosen. Tepat di tengah perjalanannya, Maarten mendengar seorang dosen mengutarakan pendapatnya tentang inti dari perjalanan yang ditempuhnya: “Perjalanan Anda memuat arti penting tentang berbagi dan saling peduli.”

Blog
27-02-2018

Oleh Fridus Steijlen
Fridus Steijlen, penanggung jawab proyek penelitian Saksi dan Rekan Sejaman, baru-baru ini sedang berada di Maluku. Dia tentu saja memanfaatkan kesempatan itu untuk merekam kesaksian dari pelaku sejarah di Indonesia. Dalam blognya, Fridus menceritakan tentang Pak Edi yang memintanya dipotret sambil memeragakan pose sedang berjuang.

Blog

Sub-proyek Getuigen & Tijdgenoten (Saksi & Rekan Sezaman) berfokus pada pengumpulan pengalaman orang-orang yang terlibat masa tersebut, yang sekarang tinggal di Belanda, di Indones