Di dalam program penelitian Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia, 1945-1950, proyek Saksi & Rekan Sezaman (Getuigen & Tijdgenoten) berfokus pada pengumpulan pengalaman orang-orang yang terlibat masa tersebut. Proyek Saksi & Rekan sezaman ingin menjembatani orang-orang yang tinggal di Indonesia antara tahun 1945 dan 1950 dengan para peneliti program penelitian. Dengan berbagi cerita pribadi dari periode 1945-1950 dengan para penaliti, pengalaman tersebut dapat membantu menciptakan gambaran dekolonisasi yang lebih lengkap. Baca lebih lanjut ›

Sub-proyek Saksi & Rekan sezaman memungkinkan orang-orang yang berada di Indonesia antara tahun 1945 dan 1950 dan anak-anak mereka untuk berbagi pengalaman pribadi mereka dengan para peneliti d

Panggilan
31-10-2018

Maarten Hidskes menempuh perjalanan lebih dari 10 ribu kilometer berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan buku terbarunya yang baru saja dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, Thuis gelooft niemand mij (Di Rumah Tak Ada Yang Mempercayaiku). Di Indonesia, dia mengunjungi 11 universitas, mewawancarai saksi hidup, para veteran perang, dan berbincang dengan sekira 1200 mahasiswa sejarah dan ilmu politik, dan dengan puluhan dosen. Tepat di tengah perjalanannya, Maarten mendengar seorang dosen mengutarakan pendapatnya tentang inti dari perjalanan yang ditempuhnya: “Perjalanan Anda memuat arti penting tentang berbagi dan saling peduli.”

Blog
27-02-2018

Oleh Fridus Steijlen
Fridus Steijlen, penanggung jawab proyek penelitian Saksi dan Rekan Sejaman, baru-baru ini sedang berada di Maluku. Dia tentu saja memanfaatkan kesempatan itu untuk merekam kesaksian dari pelaku sejarah di Indonesia. Dalam blognya, Fridus menceritakan tentang Pak Edi yang memintanya dipotret sambil memeragakan pose sedang berjuang.

Blog

Sub-proyek Getuigen & Tijdgenoten (Saksi & Rekan Sezaman) berfokus pada pengumpulan pengalaman orang-orang yang terlibat masa tersebut, yang sekarang tinggal di Belanda, di Indones