20-05-2019

Conference 'Comparing the wars of decolonization: Extreme violence during reoccupation and counter-insurgency,
1945-1975'
 Thursday 20 June 2019 Amsterdam Public Library (OBA)

Agenda
31-03-2019
Mulai hari Senin, 1 April 2019, lima orang pakar internasional akan bergabung dengan lima sejarawan Belanda untuk membentuk sebuah kelompok tema penelitian Comparing the wars of decolonization: Extreme violence during reoccupation and counter-insurgency, 1945-1975 (Memperbandingkan perang-perang dekolonisasi: kekerasan ekstrem pada masa pendudukan kembali dan kontra-insurgensi, 1945-1975). Mereka akan bersama-sama melakukan kajian tentang penyebab, bentuk, dan sifat dari kekerasan (ekstrem) yang dilakukan oleh para serdadu Belanda yang berupaya untuk menegakkan kembali kekuasaan kolonial semasa berlangsungnya Perang Kemerdekaan (1945-1949).
Blog
05-03-2019

Memori hadir dalam beragam jenis dan ukuran. Begitu pula dengan ingatan tentang Hindia Belanda – kini Indonesia. Ingatan-ingatan itu dipoles tidak hanya dengan warna terang, dan cerah. Elsbeth Locher-Scholten – mantan dosen di Universitas Utrecht dan pakar sejarah kolonialisme dan dekolonisasi – menulis sebuah kolom tentang kekerasan kolonial dan ingatan kolonial untuk proyek penelitian Saksi dan Rekan Sezaman, bagian dari tulisannya merujuk kepada perbincangan tentang buku yang ditulis oleh Kester Freriks, Tempo Doeloe, een omhelzing (Tempo Doeloe, sebuah pelukan).

Blog
26-02-2019

Bagaimana cara mengenali ketidakadilan kolonialisme? Anne van Mourik mewawancarai sejarawan Nicole Immler, yang artikelnya pernah terbit di jurnal BMGN. Pada 2011, pengadilan di Den Haag memutuskan bahwa negara Belanda bersalah atas pembantaian massal yang terjadi di Rawagede (sekarang Balongsari) Jawa Barat di tahun 1947 yang dilakukan oleh serdadu Belanda dalam kurun waktu Perang Kemerdekaan Indonesia, 1945-1949. Putusan pengadilan juga mewajibkan Pemerintah Belanda untuk meminta maaf dan memberi ganti rugi. Nicole Immler mencoba melacak sejauh mana keputusan pengadilan tersebut berdampak di Balongsari. Dapatkah permintaan maaf resmi dan pemberian kompensasi tersebut, dengan segala peluang sekaligus keterbatasannya, dijadikan sebagai instrumen diakuinya ketidakadilan di masa lampau?

Artikel
18-02-2019

Pada tanggal 24 Januari, kelompok peneliti Saksi dan Rekan Sezaman, bekerja sama dengan Historisch Centrum Overijssel (Pusat Sejarah Provinsi Overijssel)/IJsselacademie (lembaga ilmu pengetahuan dan kebudayaan regional provinsi Overijssel), mengadakan sebuah pertemuan berjaring. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari wawancara yang dilakukan oleh sejarawan Belanda Ewout van der Horst, bersama lima belas orang veteran perang Belanda dari Overijssel, sebuah provinsi di timur Belanda. Hasil wawancara ini kemudian diterbitkan di sebuah situs internet yang dikelolanya. Berikut adalah laporan pertemuan tersebut yang ditulis oleh Stephanie Welvaart.

Artikel
05-02-2019

Pada hari Kamis, tanggal 31 Januari, telah diselenggarakan pertemuan antara peneliti dan pemimpin proyek penelitian Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia 1945-1950 dan perwakilan dari para penanda tangan surat terbuka di kantor NIOD di Amsterdam. Surat tersebut disusun oleh Jeffry Pondaag dan Francisca Pattipilohy pada bulan November 2017 dan berisikan keberatan terhadap proyek penelitian yang disebut di atas. Surat itu memuat sanggahan atas kemandirian proyek penelitian dan juga kritik terhadap tiga lembaga yang dianggap telah melakukan pendekatan penelitian secara sepihak. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut, keberatan-keberatan atas proyek penelitian tersebut diperbincangkan.

Berita
19-12-2018

Bagaimanakah sejarah dan ingatan saling bertaut?

Blog
13-12-2018
Program penelitian ini kini menggunakan judul Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950.
Berita
11-12-2018

Pada hari Minggu, 25 November 2018, Indisch Herinneringscentrum mengadakan pertemuan Indië Tabee? (Selamat Tinggal Hindia-Belanda). Pertemuan tersebut merupakan penutup dari rangkaian diskusi Gepeperd Verleden (Yang Silam Yang Pedas), yang menggarisbawahi pentingnya pembahasan warisan kolonial dari berbagai sudut pandang. Remco Raben, yang juga merupakan bagian dari sub-proyek Konteks Politik Administratif Belanda dan Hindia Belanda, dan Stephanie Welvaart dari sub-proyek Saksi dan Rekan Sezaman, hadir dalam pertemuan tersebut dan bersama-sama menulis laporan tentang pertemuan itu.

Blog
10-12-2018

Emma Keizer terlibat dalam proyek penelitian ini sejak Februari 2018. Sejak bulan Oktober, ia tergabung dalam sub-penelitian Konteks Politik Internasional bersama Jeroen Kemperman dan Tom van den Berge. Sebelumnya, ia bekerja dengan Hans Meijer dalam sebuah penelitian di Jawa Timur (Studi Regional). Akhir Juni lalu, ia memperoleh gelar magister di bidang Hubungan Internasional dalam Perspektif Historis. Meskipun dia adalah peneliti termuda dalam proyek penelitian ini, dalam beberapa tahun terakhir ini, Emma telah banyak memiliki pengalaman dalam kajian Perang Kemerdekaan di Indonesia bahkan sejumlah tulisan telah diterbitkannya. Untuk mengenalnya lebih jauh, silakan simak wawancara ringkas berikut ini:

Artikel
31-10-2018

Maarten Hidskes menempuh perjalanan lebih dari 10 ribu kilometer berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan buku terbarunya yang baru saja dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, Thuis gelooft niemand mij (Di Rumah Tak Ada Yang Mempercayaiku). Di Indonesia, dia mengunjungi 11 universitas, mewawancarai saksi hidup, para veteran perang, dan berbincang dengan sekira 1200 mahasiswa sejarah dan ilmu politik, dan dengan puluhan dosen. Tepat di tengah perjalanannya, Maarten mendengar seorang dosen mengutarakan pendapatnya tentang inti dari perjalanan yang ditempuhnya: “Perjalanan Anda memuat arti penting tentang berbagi dan saling peduli.”

Blog
22-10-2018

Pada malam tanggal 13 September 2018, pertemuan kedua terkait proyek penelitian Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950 diselenggarakan di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam. Siarannya masih dapat dilihat pada tautan ini.

Blog
20-08-2018

Di awal bulan Juli, serangkaian sidang pengadilan diadakan di Den Haag. Rangkaian sidang yang tidak biasa itu menghadirkan saksi-saksi dari Sulawesi Selatan yang dimintai keterangan mengenai pembunuhan orang-orang Indonesia oleh serdadu Belanda di tahun 1947. Esther Captain hadir pada salah satu persidangan tersebut.

Blog
09-08-2018

Oleh Henk Schulte Nordholt

Artikel ini telah diterbitkan di Jakarta Post, 7 Agustus 2018.

Artikel
02-07-2018

Sebagai bagian dari lokakarya pertama ini, para peneliti mengunjungi beragam tempat bersejarah seperti museum dan situs-situs yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda. Sila baca laporan yang ditulis oleh Roel Frakking tentang kunjungan tersebut.

Blog
14-05-2018

Laporan lokakarya yang kedua di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Berita
23-03-2018
Pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Fridus Steijlen dan Ireen Hoogenboom diundang oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) untuk memperbincangkan perihal program penelitian 'Dekolonisasi, kekerasan dan perang, Indonesia 1945-1950.'
Artikel
27-02-2018

Oleh Fridus Steijlen
Fridus Steijlen, penanggung jawab proyek penelitian Saksi dan Rekan Sejaman, baru-baru ini sedang berada di Maluku. Dia tentu saja memanfaatkan kesempatan itu untuk merekam kesaksian dari pelaku sejarah di Indonesia. Dalam blognya, Fridus menceritakan tentang Pak Edi yang memintanya dipotret sambil memeragakan pose sedang berjuang.

Blog
16-01-2018

Pada tanggal 16 Januari 2018 Media The Jakarta Post menerbitkan wawancara dengan Bambang Purwanto. Dalam wawancara ini dia menekankan kepentingan program riset ini.

Berita
04-12-2017
Apakah kita berbicara tentang 'Revolusi' atau 'Dekolonisasi'? Di mana kedua perspektif ini bisa bertemu? Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mengadakan lokakarya dua hari untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ini. Gert Oostindie menulis kesan pribadinya.
Berita
14-09-2017

Hari Kamis 14 September adalah hari pembukaan resmi dimulainya program penelitian kekerasan Belanda selama dekolonisasi di Indonesia. Onno Sinke menyatakan bahwa para peneliti harus tidak

Berita
08-09-2017

Dua bulan terakhir ini, Azarja Harmanny ­– salah satu peneliti dalam program ini – tinggal di Indonesia untuk belajar bahasa dan penjajakan penelitian. Dia melakukan perjalanan ini untuk persiapan peluncuran program penelitian secara resmi bulan ini.

Berita
02-12-2016

Kabinet Belanda mendukung penelitian lanjutan yang independen terhadap periode dekolonisasi pascaperang di bekas Hindia-Belanda dan konteks di mana konflik kekerasan terjadi pada saat itu.

Berita
30-09-2016

Pada tanggal 29 September 2016, peneliti NIOD Peter Romijn menerima eksemplar pertama buku yang telah banyak diperbincangkan De brandende kampongs van Generaal Spoor dari Rémy Limpach.

Berita