13-12-2018
Program penelitian ini kini menggunakan judul Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950.
Berita
11-12-2018

Pada hari Minggu, 25 November 2018, Indisch Herinneringscentrum mengadakan pertemuan Indië Tabee? (Selamat Tinggal Hindia-Belanda). Pertemuan tersebut merupakan penutup dari rangkaian diskusi Gepeperd Verleden (Yang Silam Yang Pedas), yang menggarisbawahi pentingnya pembahasan warisan kolonial dari berbagai sudut pandang. Remco Raben, yang juga merupakan bagian dari sub-proyek Konteks Politik Administratif Belanda dan Hindia Belanda, dan Stephanie Welvaart dari sub-proyek Saksi dan Rekan Sezaman, hadir dalam pertemuan tersebut dan bersama-sama menulis laporan tentang pertemuan itu.

Blog
10-12-2018

Emma Keizer terlibat dalam proyek penelitian ini sejak Februari 2018. Sejak bulan Oktober, ia tergabung dalam sub-penelitian Konteks Politik Internasional bersama Jeroen Kemperman dan Tom van den Berge. Sebelumnya, ia bekerja dengan Hans Meijer dalam sebuah penelitian di Jawa Timur (Studi Regional). Akhir Juni lalu, ia memperoleh gelar magister di bidang Hubungan Internasional dalam Perspektif Historis. Meskipun dia adalah peneliti termuda dalam proyek penelitian ini, dalam beberapa tahun terakhir ini, Emma telah banyak memiliki pengalaman dalam kajian Perang Kemerdekaan di Indonesia bahkan sejumlah tulisan telah diterbitkannya. Untuk mengenalnya lebih jauh, silakan simak wawancara ringkas berikut ini:

Artikel
22-10-2018

Pada malam tanggal 13 September 2018, pertemuan kedua terkait proyek penelitian Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950 diselenggarakan di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam. Siarannya masih dapat dilihat pada tautan ini.

Blog
20-08-2018

Di awal bulan Juli, serangkaian sidang pengadilan diadakan di Den Haag. Rangkaian sidang yang tidak biasa itu menghadirkan saksi-saksi dari Sulawesi Selatan yang dimintai keterangan mengenai pembunuhan orang-orang Indonesia oleh serdadu Belanda di tahun 1947. Esther Captain hadir pada salah satu persidangan tersebut.

Blog
09-08-2018

Oleh Henk Schulte Nordholt

Artikel ini telah diterbitkan di Jakarta Post, 7 Agustus 2018.

Artikel
02-07-2018

Sebagai bagian dari lokakarya pertama ini, para peneliti mengunjungi beragam tempat bersejarah seperti museum dan situs-situs yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda. Sila baca laporan yang ditulis oleh Roel Frakking tentang kunjungan tersebut.

Blog
14-05-2018

Laporan lokakarya yang kedua di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Berita
23-03-2018
Pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Fridus Steijlen dan Ireen Hoogenboom diundang oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) untuk memperbincangkan perihal program penelitian 'Dekolonisasi, kekerasan dan perang, Indonesia 1945-1950.'
Artikel
16-01-2018

Pada tanggal 16 Januari 2018 Media The Jakarta Post menerbitkan wawancara dengan Bambang Purwanto. Dalam wawancara ini dia menekankan kepentingan program riset ini.

Berita
04-12-2017
Apakah kita berbicara tentang 'Revolusi' atau 'Dekolonisasi'? Di mana kedua perspektif ini bisa bertemu? Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mengadakan lokakarya dua hari untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ini. Gert Oostindie menulis kesan pribadinya.
Berita
14-09-2017

Hari Kamis 14 September adalah hari pembukaan resmi dimulainya program penelitian kekerasan Belanda selama dekolonisasi di Indonesia. Onno Sinke menyatakan bahwa para peneliti harus tidak

Berita
14-09-2017

Tentang alasan mengapa program penelitian Dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia 1945-1950

Berita
08-09-2017

Dua bulan terakhir ini, Azarja Harmanny ­– salah satu peneliti dalam program ini – tinggal di Indonesia untuk belajar bahasa dan penjajakan penelitian. Dia melakukan perjalanan ini untuk persiapan peluncuran program penelitian secara resmi bulan ini.

Berita
02-12-2016

Kabinet Belanda mendukung penelitian lanjutan yang independen terhadap periode dekolonisasi pascaperang di bekas Hindia-Belanda dan konteks di mana konflik kekerasan terjadi pada saat itu.

Berita
30-09-2016

Pada tanggal 29 September 2016, peneliti NIOD Peter Romijn menerima eksemplar pertama buku yang telah banyak diperbincangkan De brandende kampongs van Generaal Spoor dari Rémy Limpach.

Berita