10-09-2020

Melalui siaran podcast NIOD REWIND, Anne van Mourik mewawancarai Roel Frakking mengenai istilah ‘kekerasan ekstrem’ dan pentingnya dinamika lokal dalam meneroka konflik-konflik yang terjadi selama proses dekolonisasi.

Artikel
14-08-2020

Hasil dari program penelitian Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan dan perang di Indonesia 1945-1950 akan terbit beberapa bulan lebih lambat dari tenggat awal, yakni di akhir bulan November 2021, alih-alih pada bulan September 2021 seperti yang semula direncanakan. Penundaan ini merupakan konsekuensi langsung dari wabah COVID-19 yang telah mengakibatkan ditutupnya kantor-kantor arsip di Belanda dan di Indonesia, dan tidak dimungkinkannya lagi perjalanan dinas baik di dalam negeri maupun dari dan keluar negeri.

Berita
06-07-2020

Edisi terbaru jurnal BMGN-Low Countries Historical Review terbit hari ini dan memuat artikel berbahasa Belanda yang berisi temuan-temuan awal kelompok penelitian Dekolonisatieoorlogen vergelijken (Membandingkan Perang-perang Dekolonisasi).

Artikel
02-07-2020

Kala virus Corona menyebar, proyek penelitian ini pun segera terdampak dan terhambat, setidaknya di minggu-minggu awal sejak wabah ini mulai merebak. Pada blog kali ini, koordinator program penelitian Studi Regional, Yulianti dan Abdul Wahid, menuliskan sebuah refleksi tentang dampak wabah virus Corona pada pekerjaan penelitian mereka. Lalu, rekan peneliti mereka dari Belanda, Ireen Hoogenboom dan Martijn Eickhoff, turut membagikan pengalaman mereka.

Blog
23-04-2020

Bagaimana para peneliti terdampak oleh wabah virus Corona yang telah mengakibatkan ditutupnya kantor-kantor arsip dan dibatalkanya beragam konferensi dan seminar baik di Belanda ataupun di luar negeri? Pada blog berikut, asisten peneliti Maarten van der Bent merekam dengan dampak masa krisis ini terhadap penelitiannya.

Blog
08-04-2020

Sejauh mana petaka Corona berdampak kepada para peneliti terlebih karena kini kantor arsip tutup, segala seminar dan konferensi di Belanda dan luar negeri dibatalkan? Pada blog berikut, Azarja Harmanny menggambarkan dampak masa bersejarah ini kepada kerja penelitiannya.

Blog
10-03-2020

Program penelitian Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia 1945-1950 memahami pernyataan-pernyataan Raja Belanda. Kami menggangap pernyataan-pernyataan tersebut sebagai laku politik: artinya, pemerintah berhak untuk mengambil sikap politik dan moral dengan bergantung kepada pengetahuan yang tersedia. Oleh sebab itu, pacu dan arah program penelitian ini, yang hasilnya akan disajikan pada September 2021, sama sekali tidak akan terpengaruhi pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Raja.

Berita
03-03-2020

Pada 1 Maret 2020, sebuah artikel berbahasa Belanda dimuat dalam situs berita Nederlands Omroep Stichting (NOS).

Artikel
19-02-2020

Awal tahun ini Bauke Geersing, pengarang buku Kapitein Raymond Westerling en de Zuid-Celebes-affaire (1946-1947), yang terbit pada November 2019, mengirim sebuah surat terbuka kepada Direktur NIOD, Frank van Vree. Melalui surat tersebut, ia mengkritik isi situs web program penelitian Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950, dan menuduh penelitian tersebut tidak dilakukan secara berimbang. Surat Terbuka Geersing (beserta lampirannya), serta tanggapan dari Direktur Niod, Frank van Vree, yang mewakili para peneliti pada program tersebut, dapat dibaca di bawah ini.
(Catatan: Surat dan tanggapannya ditulis dalam bahasa Belanda)

Berita
11-02-2020

Atas nama yayasan Maluku4Maluku, yang didirikan pada tahun 2018 untuk memperjuangkan kepentingan para mantan serdadu Maluku, Leo Reawaruw, ketua yayasan Maluku4Maluku, mengirimkan sebuah surat terbuka yang dialamatkan kepada program penelitian Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950. Dalam surat itu, Leo Reawaruw menyampaikan keberatan atas tidak dimasukkannya yayasan Maluku4Maluku ke dalam Kelompok Pemerhati Sosial Social Resonance Group yang merupakan bagian dari program peneltian tersebut di atas. Surat terbuka Saudara Reawaruw serta tanggapan langsung dari perwakilan peneliti dapat dibaca di bawah ini.

Artikel
02-12-2019

Musim gugur ini, Anne-Marie Visser berbagi album foto keluarganya dan beberapa catatan tentang ibunya dengan program Getuigen & Tijdgenoten (Saksi & Rekan Sezaman). Pada blog ini, dia memaparkan apa yang dirasakannya saat menerima sebuah informasi yang tak bisa sepenuhnya dicerna.

Blog
22-11-2019

Pada Sabtu, 2 November 2019, pertemuan terbuka ketiga yang membahas perkembangan program penelitian Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950 berlangsung di gedung Arsip Nasional Belanda. Jurnalis paruh waktu, Tessa Hofland, menulis laporan tentang seminar terbuka.

Artikel
21-11-2019

Anne Janse-Veen menceritakan pengalamannya sebagai seorang anak usia 14 tahun yang mengalami langsung periode Bersiap. Pengalamannya tersebut dibagikannya melalui program Saksi & Rekan Sezaman dan dapat dibaca lebih lengkap pada blog berikut ini.

Blog
04-11-2019

Pengantar
oleh Frank van Vree (sesi pagi), Mariëtte Wolf (sesi siang)
Perkembangan penelitian: di balik layar program penelitian Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950
(Seminar terbuka, 2 November 2019: Kantor Arsip Nasional, Den Haag)

Berita
08-10-2019

Research in progress. Behind the scenes of the research programme  Independence, Decolonization, Violence and War in Indonesia, 1945-1950

Artikel
16-09-2019
Dalam beberapa minggu terakhir, Remco Raben berkeliling mengitari Jawa Timur dalam upayanya mencari suara-suara lokal mengenai zaman Revolusi Indonesia. Dia berbagi pengalamannya tersebut pada blog ini.
Blog
13-09-2019

Pada 14 Juli 2019, the Federatie Indische Nederlanders (FIN, kelompok warga negara Belanda keturunan Hindia Belanda) menerbitkan sebuah Surat Terbuka yang ditujukan kepada direktur NIOD, Frank van Vree.

Berita
22-08-2019

Di atas geladak kapal besar itu, Constance Iemhoff berdiri tegak dalam balutan seragam perawat. Bersama sukarelawan Palang Merah lain, gadis muda berusia 21 tahun itu mengangkat tangan dan memberi hormat kepada para perwira tentara yang berdiri tepat di seberang mereka. “Kami diajari dan diwajibkan memberi hormat. Keharusan ini kerap membuat kami tak kuat menahan tawa.” Setelah tangan diturunkan, para perwira itu datang menghampiri para perawat dan memperkenalkan diri. Salah seorang dari mereka adalah Letnan Dua Arend Groen, seorang anggota polisi militer Angkatan Laut Belanda. Oleh atasannya, dia diberi tanggung jawab khusus untuk memastikan agar setiap penumpang kapal berperilaku tertib.

Blog
11-07-2019

Subprogram Saksi & rekan sezaman kini sudah berjalan selama lebih kurang dua tahun. Eveline Buchheim, salah seorang koordinator penelitian ini, terdorong untuk menulis sebuah refleksi personal mengenai nilai dari memori.

Blog
11-07-2019

Stef Scagliola adalah seorang peneliti yang tergabung dalam kelompok penelitian NIAS ‘Membandingkan Perang-perang Dekolonisasi,’ yang pada 20 Juni lalu memaparkan temuan-temuan awal mereka dalam sebuah pertemuan di Perpustakaan Umum kota Amsterdam. Temuan-temuan tersebut lalu dibedah lebih lanjut oleh para sarjana dan sejarawan dari seluruh dunia dalam sebuah lokakarya akademik di keesokan harinya. Dalam tulisan berikut ini, Stef Scagliola merangkum kegiatan tersebut.

Blog
11-07-2019

Pada tanggal 20 Juni 2019, di Perpustakaan Umum Kota Amsterdam telah berlangsung konferensi Membandingkan Perang-perang Dekolonisasi: Kekerasan Ekstrem pada Masa Pendudukan Kembali dan Perang K

Artikel
20-05-2019

Conference 'Comparing the wars of decolonization: Extreme violence during reoccupation and counter-insurgency,
1945-1975'
 Thursday 20 June 2019 Amsterdam Public Library (OBA)

Agenda
18-04-2019

Antara bulan Oktober 1945 dan Oktober 1946, pabrik gula Sumobito yang terletak tak jauh dari Jombang dan Mojokerto di Jawa Timur dijadikan sebagai tempat pengungsian.

Blog
31-03-2019
Mulai hari Senin, 1 April 2019, lima orang pakar internasional akan bergabung dengan lima sejarawan Belanda untuk membentuk sebuah kelompok tema penelitian Comparing the wars of decolonization: Extreme violence during reoccupation and counter-insurgency, 1945-1975 (Memperbandingkan perang-perang dekolonisasi: kekerasan ekstrem pada masa pendudukan kembali dan kontra-insurgensi, 1945-1975). Mereka akan bersama-sama melakukan kajian tentang penyebab, bentuk, dan sifat dari kekerasan (ekstrem) yang dilakukan oleh para serdadu Belanda yang berupaya untuk menegakkan kembali kekuasaan kolonial semasa berlangsungnya Perang Kemerdekaan (1945-1949).
Blog
15-03-2019

Koos-jan de Jager terdaftar sebagai seorang kandidat doktor di Universitas Amsterdam sejak 2018. Kajian doktoralnya adalah ihwal peran agama dalam perang kemerdekaan Indonesia. Ia mencoba menyelidiki dampak perang terhadap keyakinan para serdadu Belanda di Indonesia, dan perilakunya selama perang tersebut. Berikut adalah tulisan terbarunya untuk program Saksi & Rekan sezaman.

Blog
05-03-2019

Memori hadir dalam beragam jenis dan ukuran. Begitu pula dengan ingatan tentang Hindia Belanda – kini Indonesia. Ingatan-ingatan itu dipoles tidak hanya dengan warna terang, dan cerah. Elsbeth Locher-Scholten – mantan dosen di Universitas Utrecht dan pakar sejarah kolonialisme dan dekolonisasi – menulis sebuah kolom tentang kekerasan kolonial dan ingatan kolonial untuk proyek penelitian Saksi dan Rekan Sezaman, bagian dari tulisannya merujuk kepada perbincangan tentang buku yang ditulis oleh Kester Freriks, Tempo Doeloe, een omhelzing (Tempo Doeloe, sebuah pelukan).

Blog
26-02-2019

Bagaimana cara mengenali ketidakadilan kolonialisme? Anne van Mourik mewawancarai sejarawan Nicole Immler, yang artikelnya pernah terbit di jurnal BMGN. Pada 2011, pengadilan di Den Haag memutuskan bahwa negara Belanda bersalah atas pembantaian massal yang terjadi di Rawagede (sekarang Balongsari) Jawa Barat di tahun 1947 yang dilakukan oleh serdadu Belanda dalam kurun waktu Perang Kemerdekaan Indonesia, 1945-1949. Putusan pengadilan juga mewajibkan Pemerintah Belanda untuk meminta maaf dan memberi ganti rugi. Nicole Immler mencoba melacak sejauh mana keputusan pengadilan tersebut berdampak di Balongsari. Dapatkah permintaan maaf resmi dan pemberian kompensasi tersebut, dengan segala peluang sekaligus keterbatasannya, dijadikan sebagai instrumen diakuinya ketidakadilan di masa lampau?

Artikel
18-02-2019

Pada tanggal 24 Januari, kelompok peneliti Saksi dan Rekan Sezaman, bekerja sama dengan Historisch Centrum Overijssel (Pusat Sejarah Provinsi Overijssel)/IJsselacademie (lembaga ilmu pengetahuan dan kebudayaan regional provinsi Overijssel), mengadakan sebuah pertemuan berjaring. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari wawancara yang dilakukan oleh sejarawan Belanda Ewout van der Horst, bersama lima belas orang veteran perang Belanda dari Overijssel, sebuah provinsi di timur Belanda. Hasil wawancara ini kemudian diterbitkan di sebuah situs internet yang dikelolanya. Berikut adalah laporan pertemuan tersebut yang ditulis oleh Stephanie Welvaart.

Artikel
05-02-2019

Pada hari Kamis, tanggal 31 Januari, telah diselenggarakan pertemuan antara peneliti dan pemimpin proyek penelitian Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia 1945-1950 dan perwakilan dari para penanda tangan surat terbuka di kantor NIOD di Amsterdam. Surat tersebut disusun oleh Jeffry Pondaag dan Francisca Pattipilohy pada bulan November 2017 dan berisikan keberatan terhadap proyek penelitian yang disebut di atas. Surat itu memuat sanggahan atas kemandirian proyek penelitian dan juga kritik terhadap tiga lembaga yang dianggap telah melakukan pendekatan penelitian secara sepihak. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua setengah jam tersebut, keberatan-keberatan atas proyek penelitian tersebut diperbincangkan.

Berita
19-12-2018

Bagaimanakah sejarah dan ingatan saling bertaut?

Blog
13-12-2018
Program penelitian ini kini menggunakan judul Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan dan Perang di Indonesia, 1945-1950.
Berita
11-12-2018

Pada hari Minggu, 25 November 2018, Indisch Herinneringscentrum mengadakan pertemuan Indië Tabee? (Selamat Tinggal Hindia-Belanda). Pertemuan tersebut merupakan penutup dari rangkaian diskusi Gepeperd Verleden (Yang Silam Yang Pedas), yang menggarisbawahi pentingnya pembahasan warisan kolonial dari berbagai sudut pandang. Remco Raben, yang juga merupakan bagian dari sub-proyek Konteks Politik Administratif Belanda dan Hindia Belanda, dan Stephanie Welvaart dari sub-proyek Saksi dan Rekan Sezaman, hadir dalam pertemuan tersebut dan bersama-sama menulis laporan tentang pertemuan itu.

Blog
10-12-2018

Emma Keizer terlibat dalam proyek penelitian ini sejak Februari 2018. Sejak bulan Oktober, ia tergabung dalam sub-penelitian Konteks Politik Internasional bersama Jeroen Kemperman dan Tom van den Berge. Sebelumnya, ia bekerja dengan Hans Meijer dalam sebuah penelitian di Jawa Timur (Studi Regional). Akhir Juni lalu, ia memperoleh gelar magister di bidang Hubungan Internasional dalam Perspektif Historis. Meskipun dia adalah peneliti termuda dalam proyek penelitian ini, dalam beberapa tahun terakhir ini, Emma telah banyak memiliki pengalaman dalam kajian Perang Kemerdekaan di Indonesia bahkan sejumlah tulisan telah diterbitkannya. Untuk mengenalnya lebih jauh, silakan simak wawancara ringkas berikut ini:

Artikel
31-10-2018

Maarten Hidskes menempuh perjalanan lebih dari 10 ribu kilometer berkeliling Indonesia untuk memperkenalkan buku terbarunya yang baru saja dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia, Thuis gelooft niemand mij (Di Rumah Tak Ada Yang Mempercayaiku). Di Indonesia, dia mengunjungi 11 universitas, mewawancarai saksi hidup, para veteran perang, dan berbincang dengan sekira 1200 mahasiswa sejarah dan ilmu politik, dan dengan puluhan dosen. Tepat di tengah perjalanannya, Maarten mendengar seorang dosen mengutarakan pendapatnya tentang inti dari perjalanan yang ditempuhnya: “Perjalanan Anda memuat arti penting tentang berbagi dan saling peduli.”

Blog
22-10-2018

Pada malam tanggal 13 September 2018, pertemuan kedua terkait proyek penelitian Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950 diselenggarakan di Pakhuis de Zwijger, Amsterdam. Siarannya masih dapat dilihat pada tautan ini.

Blog
20-08-2018

Di awal bulan Juli, serangkaian sidang pengadilan diadakan di Den Haag. Rangkaian sidang yang tidak biasa itu menghadirkan saksi-saksi dari Sulawesi Selatan yang dimintai keterangan mengenai pembunuhan orang-orang Indonesia oleh serdadu Belanda di tahun 1947. Esther Captain hadir pada salah satu persidangan tersebut.

Blog
09-08-2018

Oleh Henk Schulte Nordholt

Artikel ini telah diterbitkan di Jakarta Post, 7 Agustus 2018.

Artikel
02-07-2018

Sebagai bagian dari lokakarya pertama ini, para peneliti mengunjungi beragam tempat bersejarah seperti museum dan situs-situs yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari pemerintah kolonial Belanda. Sila baca laporan yang ditulis oleh Roel Frakking tentang kunjungan tersebut.

Blog
14-05-2018

Laporan lokakarya yang kedua di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Berita
23-03-2018
Pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Fridus Steijlen dan Ireen Hoogenboom diundang oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) untuk memperbincangkan perihal program penelitian 'Dekolonisasi, kekerasan dan perang, Indonesia 1945-1950.'
Artikel
27-02-2018

Oleh Fridus Steijlen
Fridus Steijlen, penanggung jawab proyek penelitian Saksi dan Rekan Sejaman, baru-baru ini sedang berada di Maluku. Dia tentu saja memanfaatkan kesempatan itu untuk merekam kesaksian dari pelaku sejarah di Indonesia. Dalam blognya, Fridus menceritakan tentang Pak Edi yang memintanya dipotret sambil memeragakan pose sedang berjuang.

Blog
16-01-2018

Pada tanggal 16 Januari 2018 Media The Jakarta Post menerbitkan wawancara dengan Bambang Purwanto. Dalam wawancara ini dia menekankan kepentingan program riset ini.

Berita
04-12-2017
Apakah kita berbicara tentang 'Revolusi' atau 'Dekolonisasi'? Di mana kedua perspektif ini bisa bertemu? Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mengadakan lokakarya dua hari untuk membahas pertanyaan-pertanyaan ini. Gert Oostindie menulis kesan pribadinya.
Berita
14-09-2017

Hari Kamis 14 September adalah hari pembukaan resmi dimulainya program penelitian kekerasan Belanda selama dekolonisasi di Indonesia. Onno Sinke menyatakan bahwa para peneliti harus tidak

Berita
14-09-2017

Apabila Anda berhalangan menyaksikan acara Pembukaan Kegiatan (Kick-off) program penelitian pada tanggal 14 September yang lalu, Anda dapat melihatnya kembali di sini. Dalam acara yang ramai yang berlangsung di Pakhuis De Zwijger di Amsterdam direktur NIOD Frank van Vree memberikan penjelasan tentang realisasi penelitian dan sembilan proyek berbeda-beda dalam program tersebut. Selanjutnya, para pendukung dan penentang berdebat mengenai kegunaan dan perlunya penelitian ini, dan ada kesempatan untuk pertanyaan.

Berita
08-09-2017

Dua bulan terakhir ini, Azarja Harmanny ­– salah satu peneliti dalam program ini – tinggal di Indonesia untuk belajar bahasa dan penjajakan penelitian. Dia melakukan perjalanan ini untuk persiapan peluncuran program penelitian secara resmi bulan ini.

Berita
02-12-2016

Kabinet Belanda mendukung penelitian lanjutan yang independen terhadap periode dekolonisasi pascaperang di bekas Hindia-Belanda dan konteks di mana konflik kekerasan terjadi pada saat itu.

Berita
30-09-2016

Pada tanggal 29 September 2016, peneliti NIOD Peter Romijn menerima eksemplar pertama buku yang telah banyak diperbincangkan De brandende kampongs van Generaal Spoor dari Rémy Limpach.

Berita