Gert Oostindie akan mempublikasikan sintesis penelitian ini di akhir proyek gabungan (yakni pada musim panas 2021), dengan merujuk kepada penelitian yang sudah dilakukan dan penelitian yang tengah berlangsung. Meskipun kerangka definitif dan interpretasi sintesis tersebut baru bisa ditetapkan menjelang akhir proyek penelitian, daftar isi sintesis sementara telah disusun semenjak awal 2017. Ini dilakukan guna memberi arahan bagi para pelaksana sub-proyek dalam melakukan penelitian masing-masing sekaligus dijadikan sebagai landasan bagi sintesis tersebut. Daftar isi sementara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Prakata. Penjelasan keseluruhan proyek; latar belakang, metode penelitian. Penjelasan kerangka sintesis. Penekanan pada dimensi Belanda/Indonesia, namun dengan perhatian yang cukup besar pada beragam perkembangan di pihak Indonesia.

1. Pendahuluan. Linimasa sejarah sampai pada masa penyerahan kedaulatan. Dampak pascaperang, penafsiran, dan perdebatan yang terjadi. Ringkasan pertanyaan utama dan kesimpulan dari penelitian sejarah sebelumnya, dari keseluruhan proyek ini, dan dari sintesis ini.

2. Arena politik. Nasionalisme dan revolusi indonesia. Reaksi-reaksi Belanda yang meliputi ranah sosial, politik-administratif  dan militer. Konteks politik internasional.

3. Dari pendudukan Jepang ke Bersiap. Militerisasi dan radikalisasi politik. Karakteristik, konteks dan jalannya Bersiap. Dampak terhadap kekerasan perang di kemudian hari.

4. Pihak yang bertikai. Pendirian pasukan (para)militer Indonesia, strategi, budaya militer. Angkatan Bersenjata Belanda: tradisi pra-perang, pendirian pasukan pasca-1945, hubungan antara berbagai bagian, budaya militer.

5. Karakter dan jalannya perang. Perkembangan pada waktunya menurut wilayah. Apa yang dimaksud dengan 'otoritas'? Gerilya dan Kontragerilya. Korban tewas dan luka-luka dari kedua belah pihak.

6. Kekerasan massa/kejahatan perang: sifat dan frekuensi. Definisi hukum, operasionalisasi dan instruksi, dan pandangan etis tentang kekerasan militer yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Kekerasan massa dan teror terhadap warga sipil dan lawan yang dipenjarakan sebagai bagian integral peperangan. Kesimpulan tentang sifat kekerasan massa: struktural atau sistematis?

7. Kekerasan massal/kejahatan perang: pernyataan-pernyataan. Sumber dan narasi dari kedua belah pihak. Motif, pencegahan dan hukuman. Pelaku dan korban. Kesadaran mengenai semua ini di kalangan administratif dan militer Indonesia dan Belanda dan lebih luas lagi, dalam politik dan media.

8. Persepsi yang berbeda dan dampak yang ditimbulkan. Hubungan bilateral pascaperang dan kesepakatan-kesepakatan amnesti dan kompensasi. Polarisasi dan rekonsiliasi. Ingatan, Pelupaan, dan Pembungkaman di kedua belah pihak. Perkembangannya dari waktu ke waktu; Pergantian generasi.

9. Perspektif komparatif. Perbandingan dengan Perang Dekolonisasi Prancis, Inggris, Portugis. Persamaan dan perbedaan dalam mengatasi masalah di kemudian hari secara sosial dan ilmiah.

Proyek ini akan dilaksanakan oleh: Gert Oostindie